Sabtu, 05 Agustus 2017
Jangan Salah Paham Dengan Bali
Bali adalah nama yang tidak asing bagi sebagian besar orang indonesia maupun dunia, sebagai salah satu destinasi wisata terbaik di indonesia , bali mampu berdiri dan bersaing dengan destinasi wisata top dunia dengan mengandalkan pariwisata yang berbasis pada kekayaan budaya dan keindahan alam yang melimpah,kendati demikian,ternyata banyak hal yang tidak diketahui dan disalahpahami tentang bali, baik oleh turis mancanegara, warga negara indonesia bahkan orang bali itu sendiri.
berikut adalah 5 hal yang sering disalahpahami orang tentang bali:
1. AGAMA ORANG BALI
Seperti kita ketahui sebelumnya , orang bali mayoritas menganut agama hindu yang merupakan agama tertua di dunia , namun dalam prakteknya sehari hari kegiatan keagaaman di bali memiliki perbedaan yang mencolok dari praktik keagamaan hindu di india dan belahan dunia lain,ini dikarenakan sifat dasar dari agama hindu yang bilamana hadir di tempat tempat yang baru dan memiliki budaya yang berbeda dari negeri induknya(india) hindu tidak serta merta mengeliminasi agama maupun budaya orang lokal, melainkan terjadi akulturasi yang disebabkan ajaran hindu yang universal dan tidak mendoktrin begitu saja,contohnya adalah tempat ibadah,sarana sarana sembahyang,maupun nama nama dewa dewi yang kadangkala berbeda. Namun jika ditelusuri lebih dalam, perbedaan itu hanyalah terdapat di luarnya saja,hakekatnya tetaplah sama,semua tetap berlandaskan kitab suci weda baik saat upacara maupun kegiatan yadnya,ini disebabkan oleh ke universalan kitab weda itu sendiri,sehingga banyak praktek praktek relijius yang sering kita saksikan dibali bukanlah bawaan dari india, namun sudah dipraktekan masyarakat lokal sejak zaman pra-hindu,dan ketika kedatangan hindu, praktek praktek relijius kuno itu tidak bertentangan dengan agama hindu yang baru datang sehingga sah saja bila dilakukan,contohnya adalah masyarakat indonesia kuno yang dahulunya menganut pemujaan terhadap leluhur atau animisme,namun dengan kedatangan hindu dikenalkanlah konsep Tuhan Yang Maha Esa dan berbagai manifestasi atau perwujudan beliau dalam bentuk dewa dan dewi ,tetapi tidak serta merta pemujaan leluhur dilarang karena agama hindu sendiri memiliki konsep untuk memuliakan arwah/atman leluhur agar segera mencapai tempat yang lebih baik di alam sana.
2. Orang Bali memuja pohon,patung,dll.
Ini juga salah satu pendapat keliru mengenai bali,orang bali tidaklah memuja pohon atau patung dalam artian menganggap bentuk pohon atau patung itu sebagai tuhan , melainkan karena diajarkan konsep Tri Hita Karana dalam agama hindu yang kurang lebih menganjurkan kita untuk berbuat baik kepada sesama manusia,pada hewan dan tumbuhan,dan berbuat baik untuk memuliakan tuhan yang maha esa. Orang bali percaya bahwa disetiap mahluk hidup memiliki atman atau roh yang merupakan percikan kecil energi tuhan itu sendiri,jadi orang bali diingatkan bahwa ketika hendak menyakiti manusia , hewan,atu tumbuhan, sejatinya kita hendak menyakiti bagian dari ciptaan tuhan dan sama saja kita menyakiti diri kita sendiri.Orang luar yang banyak melihat pohon besar dibali dililitkan sarung dan ditebari sesajen adalah karena pohon pohon besar dianggap sebagai perwakilan dari manifestasi tuhan di alam sekitar,dan sesaji adalah ditujukan untuk bersyukur atas rahmat tuhan yang menciptakan alam yang senantiasa memberi kesejukan,oksigen ,dan keteduhan dikala panas menyengat.Patung adalah usaha orang bali untuk mewujudkan imajinasi akan tuhan yang tak terbayang dan tak terbentuk,orang bali sah sah saja sembahyang di tempat yang tidak memiliki patung bahkan diruangan kosong sekalipun.
3.Orang bali pasti suka berjudi
Judi itu kembali kepada diri masing masing manusianya,kalau memang hobi berjudi, aturan apapun pasti tidak menghentikanya bukan?orang bali percaya karma jadi para penjudi tentu akan mendapat karma yang setimpal dikemudian hari.
4.Orang Bali suka mabuk mabukan
Dalam kasus ini konteksnya juga sama seperti nomor 3 diatas,pada dasarnya karma bisa terjadi kapan dan dimana saja, bila seseorang mabuk mabukan, beberapa detik kemudian karma buruk bisa saja menimpanya(kecelakaan dll)
5.Orang Bali suka berpenampilan terbuka
Kalau ini sih dari zaman dahulu orang bali bahkan bertelanjang dada dalam keseharian mereka, ini disebabkan kepolosan orang bali sejak dahulu,di era modern tentu tidak sevulgar dulu, namun disisi lain orang bali diajarkan Tri Kaya Parisudha yang kurang lebih menganjurkan kita untuk, berpikir yang baik, berbicar yang baik, berperilaku yang baik,jadi orang bali sudah diajarkan untuk menjaga pikiran kita dari segala bentuk kekotoran dan hawa nafsu,dan bilamana seseorang tidak mampu menjaga pikiran, pakaian setertutup apapun tentu tidak akan menghalangi nafsu liarnya bukan? jadi intinya kembali pada diri masing masing.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Penemu benua amerika ternyata tersesat
Amerika adalah nama dari salah satu benua yang terletak diantara samudra pasifik dan atlantik,benua satu ini adalah benua terluas kedua di ...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar